Registrasi
Panduan Berbelanja di KALBE Store

Butuh Bantuan? Hubungi 1500-880

Troli
0
0 Produk di Troli Anda

Tidak ada produk di Troli Belanja

Lihat Promo lainnya

Perempuan dan Kanker Payudara

Kesehatan
October 25, 2019

Bagikan :

Selain kanker serviks, kanker payudara juga merupakan momok bagi perempuan. Bahkan kanker payudara menduduki tempat kedua sebagai jenis kanker yang banyak dialami oleh perempuan di Indonesia. Kanker payudara juga tercatat sebagai salah satu penyakit yang paling banyak membunuh kaum perempuan.

 

Kanker payudara sendiri adalah jenis kanker yang berkembang pada sel-sel payudara. Kanker ini dapat terjadi apabila sel-sel di organ payudara tumbuh secara abnormal. Sel-sel ini bisa membelah diri lebih cepat dari sel normal dan bahkan berakumulasi dengan membentuk benjolan atau massa. Kanker payudara bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti pembuluh darah dan kelenjar getah bening. Dan faktanya, kanker payudara tidak hanya dialami oleh perempuan saja. Kaum laki-laki pun juga memiliki risiko yang sama terhadap kanker payudara.

 

 

 

perempuan perlu wasapada dengan kanker payudara

 

 

 

Gejala kanker payudara

 

Pada awalnya, kelainan atau kanker payudara tidak menimbulkan keluhan yang berarti. Walaupun begitu, munculnya benjolan merupakan keluhan awal yang paling sering dilaporkan. Meskipun tidak semua benjolan pada payudara merupakan indikasi kanker.

 

Selain munculnya benjolan, pertanda kanker bisa dilihat pada perubahan bentuk salah satu atau kedua payudara. Gejala lain dapat berupa keluarnya cairan dari puting (selain ASI) seperti nanah atau darah, serta adanya perubahan pada warna dan bentuk kulit payudara. Penderita juga akan merasa gatal yang tidak kunjung hilang, ruam, terjadi pembengkakan, puting yang tertarik ke dalam, terasa nyeri, dan berat.

 

Faktor penyebab kanker payudara

 

Penyebab kanker sebenarnya diakibatkan oleh beberapa faktor. Di antaranya faktor perilaku, substansi, atau kondisi yang dapat meningkatkan perkembangan suatu kanker. Hal ini juga berlaku terhadap kanker payudara. Memiliki faktor risiko bukan berarti Anda pasti mengalami penyakit kanker, hanya saja kemungkinannya menjadi besar. Berikut ini merupakan faktor-faktor yang dapat menyebabkan kanker payudara:

  1. Pertambahan usia
  2. Faktor genetik
  3. Riwayat keluarga dengan kanker payudara
  4. Riwayat reproduksi (menstruasi sebelum usia 12 tahun, tidak pernah hamil, dan menopause di atas 55 tahun)
  5. Menggunakan terapi kombinasi hormon
  6. Riwayat terapi radiasi
  7. Faktor lain seperti merokok dan bekerja shift malam
  8. Aktivitas fisik yang rendah
  9. Obesitas
  10. Konsumsi lemak hewan yang tinggi

 

Semua perempuan berisiko

 

Kanker payudara adalah jenis penyakit berbahaya yang dapat menyerang perempuan di segala usia. Sehingga tidak hanya perempuan paruh baya saja yang berisiko, tetapi juga perempuan muda. Namun, karena anggapan mengenai kanker payudara lebih cenderung tumbuh pada perempuan paruh baya, malah membuat perempuan muda tidak waspada terhadap gejalanya.

 

Padahal di seluruh dunia, kanker payudara pada perempuan muda di bawah 40 tahun mencapai 7% dari total penderita kanker. Yang lebih mengkhawatirkan, kanker payudara pada perempuan muda biasanya memiliki sifat yang lebih ganas dan lebih berisiko untuk kambuh. Tentu kedua kondisi ini akan membuat persentase kematian menjadi lebih tinggi. Hal ini dikaitkan dengan sifat biologis tumor pada wanita muda yang ternyata lebih agresif. Bahkan semakin lama angka kasus kanker payudara pada perempuan muda semakin meningkat.

 

Cara deteksi dini

 

Nah, tentu Anda tidak menginginkan diri sendiri atau bahkan orang tercinta memiliki risiko kanker payudara? Untuk itu penting sekali melakukan deteksi dini. Cara yang dapat Anda lakukan adalah dengan melakukan SADARI yang merupakan singkatan dari Periksa Payudara Sendiri. SADARI terdiri dari beberapa gerakan sederhana yang dilakukan untuk melihat perubahan-perubahan pada payudara terkait dengan pertumbuhan sel kanker. Perempuan disarankan untuk melakukan cek payudara sendiri tiap 7-10 hari setelah menstruasi, pada tiap bulannya.

 

Nah, untuk itu perempuan perlu sekali melakukan antisipasi terhadap kemunculan sel kanker payudara. Dengan menjaga pola hidup yang sehat, menerapkan SADARI, dan jika perlu melakukan pemeriksaan kesehatan payudara sejak saat ini. Sebab jika sudah terkena kanker payudara, tentu Anda perlu melakukan berbagai metode pengobatan untuk membunuh sel kanker.

 

 

 

perbaiki kualitas hidup penderita kanker payudara dengan Nutrican

 

 

 

Penderita kanker payudara juga dianjurkan mengonsumsi Nutrican sebagai makanan diet khusus penderita kanker. Nutrican tinggi protein dan energi yang memang diformulasikan khusus dalam meningkatkan nafsu makan dan berat badan pasien kanker pasca kemoterapi. Yuk cegah kanker payudara! Lindungi diri Anda dan kerabat dari bahaya kanker payudara. Dan jangan lupa berikan Nutrican untuk para pejuang kanker ya!

 

Salam,

 

KALBE Store

 

 

 

 

Sumber:

Klikdokter.com (1), (2), (3), (4)

 

 

Tinggalkan pesan

Cek Ketersediaan Produk

Cek ketersediaan produk di area anda terlebih dahulu sebelum tambah ke keranjang belanja.

CEK KETERSEDIAAN PRODUK

Pilih Alamat Anda

Lanjut masukkan produk ini ke keranjang belanja anda.