Registrasi
Panduan Berbelanja di KALBE Store

Butuh Bantuan? Hubungi 1500-880

Troli
0
0 Produk di Troli Anda

Tidak ada produk di Troli Belanja

Lihat Promo lainnya

Pahami Penyakit Autoimun Secara Mendalam

Kesehatan
September 5, 2019

Bagikan :

Bagi Anda pecinta konten YouTuber Indonesia, pasti tidak asing dengan Raditya Dika. Penulis dan komika yang satu ini sempat membuat kaget penggemar karena pengakuan mengenai penyakit autoimun yang dideritanya.

Nah, bagi Anda yang bertanya-tanya, berikut ini merupakan penjelasan mengenai autoimun yang perlu Anda simak.

 

Pengertian autoimun

 

Penyakit autoimun merupakan suatu kondisi kesehatan saat sistem daya tahan tubuh menyerang sel, jaringan, atau organ tubuh sendiri. Seharusnya dalam kondisi normal, sistem daya tahan tubuh berperan sebagai pelindung terhadap serangan kuman, bakteri, dan virus. Sistem daya tahan tubuh yang normal dapat membedakan antara sel asing dan sel tubuh sendiri.

 

Namun pada autoimun, sistem daya tahan tubuh bertindak sebaliknya. Sistem dapat menyangka bagian tubuh tertentu seperti sendi atau kulit sebagai sel asing. Karenanya, sistem daya tahan tubuh dapat memproduksi protein yang disebut sebagai autoantibodi untuk menyerang sel sehat tersebut di dalam tubuh.

 

Biasanya penyakit autoimun hanya menyerang satu organ, contohnya diabetes tipe 1 yang menyerang pankreas. Tapi tidak menutup kemungkinan penyakit autoimun menyerang berbagai organ tubuh, contohnya penyakit lupus. Sebab lupus menyerang persendian, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung, dan paru-paru.

 

Penyebab autoimun

 

Sebenarnya, penyebab terjadinya autoimun masih belum diketahui secara pasti. Bahkan para ahli pun masih melakukan penelitian terkait autoimun. Tetapi beberapa sumber menduga ada hal-hal yang mempengaruhi kemunculan autoimun. Di antaranya dari pola makan, riwayat infeksi, atau paparan dari zat kimia tertentu yang berperan dalam terjadinya autoimun.

 

Selain itu, ada kelompok orang tertentu yang memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami penyakit autoimun dibanding dengan orang lainnya. Misalnya sebagian perempuan atau ras tertentu lebih rentan terkena penyakit autoimun. Ada juga beberapa penyakit autoimun yang dipengaruhi oleh faktor genetik seperti lupus dan sklerosis multipel.

 

Gejala umum autoimun

 

Dari sekian banyak jenis penyakit autoimun, ada beberapa gejala umum yang dialami oleh penderitanya. Di antaranya seperti pasien autoimun yang merasa lelah, nyeri otot, rambut rontok, pembengkakan, dan kemerahan pada bagian tubuh tertentu. Selain itu penderita juga akan mengalami demam ringan, kesulitan berkonsentrasi, rasa baal dan kesemutan pada kaki dan tangan, dan ruam pada kulit.

 

Jenis-jenis penyakit autoimun

 

Autoimun memiliki beberapa jenis penyakit. Jenis penyakit tergantung pada bagian organ apa yang diserang oleh daya tahan tubuh. Walaupun seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ada juga autoimun yang menyerang lebih dari satu organ tubuh. Berikut merupakan beberapa daftar penyakit autoimun:

  1. Diabetes melitus tipe 1: peradangan pada pankreas.
  2. Artritis reumatoid: peradangan pada persendian.
  3. Psoriasis: peradangan pada sel kulit sehingga berlipat ganda dengan cepat.
  4. Sklerosis multipel: peradangan pada selubung mielin, lapisan pelindung sel saraf.
  5. Sistemik lupus eritematosus: peradangan pada sendi, kulit, paru-paru, dan organ lain.
  6. Inflammatory bowel disease: peradangan pada lapisan usus.
  7. Penyakit addison: peradangan pada kelenjar adrenal.
  8. Penyakit graves: peradangan pada kelenjar tiroid.
  9. Sindrom sjogren: peradangan pada persendian dan kelenjar lubrikasi.
  10. Vaskulitis: peradangan pada pembuluh darah.

 

 

Autoimun Psoriasis

 

 

Diagnosis dan penanganan autoimun

 

Untuk mengetahui seseorang mengidap penyakit autoimun, seseorang yang mengalami gejala mencurigakan yang tidak kunjung hilang perlu melakukan pemeriksaan secara berkala. Awal mula perlu dilakukan wawancara medis secara rinci, pemeriksaan fisik secara langsung, dan melakukan pemeriksaan penunjang jika dibutuhkan.

 

Salah satu pemeriksaan penunjang yang biasa direkomendasikan dokter adalah pemeriksaan antinuclear antibody test (ANA). Bila hasil tes ANA positif, berarti ada kemungkinan seseorang mengalami salah satu penyakit autoimun. Baru setelahnya dokter melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mengetahui jenis penyakit autoimun.

 

Penanganan penyakit autoimun tergantung pada jenis penyakit autoimun yang dialami. Tujuannya untuk mengontrol respon imun yang berlebih dan mengurangi peradangan yang terjadi. Maka dokter akan memberikan pengobatan anti radang dan pengobatan untuk menekan sistem daya tahan tubuh.

 

Dokter juga akan memberikan obat untuk mengatasi nyeri, pembengkakan, rasa lelah, dan ruam pada kulit jika terdapat gejala tersebut. Selain itu, penderita juga dianjurkan untuk mengonsumsi diet dengan seimbang, olahraga teratur, mengelola stres, dan pola hidup sehat lain untuk menjaga kondisi kesehatannya.

 

 

 

H2 Tepung Kelapa sebagai pangan penderita autoimun

 

 

Bagi penderita autoimun yang menjalankan diet khusus bebas gluten, bisa menggunakan H2 Tepung Kelapa sebagai bahan memasak. Tepung kelapa H2 tidak mengandung gluten dan rendah indeks glikemik. Jadikan H2 Tepung Kelapa sebagai pengganti terigu dalam memasak, membuat kue, atau pun mencampur nasi. Yuk mulai hidup sehat mulai dari sekarang dan dapatkan produk H2 Tepung Kelapa di sini!

 

Salam,

KALBE Store

 

 

 

Sumber:

Klikdokter.com (1), (2)

 

 

Tinggalkan pesan

Cek Ketersediaan Produk

Cek ketersediaan produk di area anda terlebih dahulu sebelum tambah ke keranjang belanja.

CEK KETERSEDIAAN PRODUK

Pilih Alamat Anda

Lanjut masukkan produk ini ke keranjang belanja anda.