Registrasi
Panduan Berbelanja di KALBE Store

Butuh Bantuan? Hubungi 1500-880

Troli
0
0 Produk di Troli Anda

Tidak ada produk di Troli Belanja

Lihat Promo lainnya

Merugikan, Yuk Stop Mother Shaming!

Keluarga
March 21, 2019

Menjadi ibu merupakan pekerjaan paling berat yang pernah ada. Setiap ibu perlu berjuang agar bisa menemukan pola pengasuhan yang paling tepat bagi sang buah hati sesuai dengan kondisi keluarga mereka. Maka dari itu, tiap-tiap ibu memiliki pengalaman khusus yang berbeda satu sama lain.

 

Masalahnya, gaya pengasuhan anak ini bukanlah sesuatu yang dapat disembunyikan. Hal ini memicu ibu lainnya untuk mengukur, menilai, mengomentari, bahkan menyerang ibu tersebut, baik dalam dunia nyata maupun melalui dunia maya. Aktivitas ini sering dikenal dengan istilah Mother Shaming.

 

Sering Terjadi pada Inner Circle

 

Menurut Stephanie Barnhart, pendiri Social Minded Media Group, New York, AS, ada penyebab mengapa para ibu cenderung menyerang satu sama lain. Kemungkinan besar yakni karena ada sesuatu yang kosong atau hancur dalam diri mereka sendiri. Misalnya saja kehancuran akibat cucian yang menggunung, rumah yang berantakan, mainan pasir anak tumpah, belanja sehari-hari dan persoalan lainnya.

 

Selain itu, pada umumnya Mother Shaming juga bisa disebabkan oleh gejolak dalam perasaan si pelaku. Antara lain perasaan bosan, lelah, kehilangan jati diri, tidak dimengerti suami, rasa cemburu, marah, hingga haus akan pengakuan. Gejolak perasaan ini kemudian mendorong ibu mencari pelarian dengan cara menyerang ibu lainnya.

 

Yang lebih menyedihkan, Mother Shaming justru lebih sering didapatkan dari orang terdekat. Entah dari teman di media sosial, dalam arisan keluarga, di area sekolah, atau di mana pun ibu biasa bersosialisasi. Tentunya kritik yang berasal dari kerabat terdekat terasa lebih menyakitkan bagi Anda. Dampak yang ditimbulkan pun akan lebih menghancurkan daripada bila dilakukan oleh orang yang secara emosional jauh dari Anda.

 

Tidak Mendasarkan Nilai Diri Pada Penilaian Orang Lain

 

Barangkali sempat terpikir, apa untungnya berusaha mengerti orang yang menyakiti Anda? Ternyata, memahami latar belakang pelaku Mother Shaming dapat membantu Anda dalam mengelola reaksi saat menghadapi mereka, juga menyelidiki kemungkinan Anda menjadi pelaku berikutnya. Sebab menjadi seorang ibu adalah tugas yang amat berat, jadi tidak ada gunanya bersikap kejam satu sama lain.

 

Tentu saja dalam menjalankan peran menjadi ibu, Anda membutuhkan energi positif yang tak terbatas. Nah, berikut ini adalah cara-cara mengelola reaksi Anda dalam menghadapi Mother Shaming. Check it out!

 

1. Menyadari bahwa tidak ada orang tua yang tidak dinilai. Sebelum menjadi ibu, Anda sebaiknya menyadari bahwa gaya pengasuhan Anda pasti akan dinilai oleh publik, alias keluarga dan kerabat dekat. Dengan demikian, Anda sudah siap dan tidak terkejut lagi saat menghadapi Mother Shaming.

 

2. Berusaha memahami bahwa kegiatan menilai dan mengkritik orang lain membawa kelegaan bagi pelaku. Dengan demikian Anda dapat mengelola reaksi Anda, sebisa mungkin agar tidak membalas menyakiti pelaku. Misalnya saja, ibu mertua selalu mengomentari dan mengkritik gaya pengasuhan Anda hanya supaya ia dapat merasa terlibat atau berguna bagi keluarga Anda.

 

3. Tetap positif. Energi positif bisa Anda dapatkan dari mana saja, misalnya dukungan dari orang tua, suami, dan teman dekat. Atau sekadar mendengarkan musik favorit, makan makanan favorit, beribadah, berolahraga, dan masih banyak lagi. Energi positif akan membantu Anda menghadapi kritik dari orang luar, bahkan bisa membalasnya melalui kelakar dan humor.

 

4. Yakinlah bahwa hanya Anda yang tahu gaya pengasuhan yang terbaik bagi sang buah hati. Sebab hanya Anda yang mengerti secara persis situasi dan kondisi yang terjadi di dalam keluarga kecil Anda. Maka dari itu, kepandaian dalam menyaring dan menerima masukan amat diperlukan, agar Anda tidak sembarangan menelan kritik dari orang yang tidak berniat membangun.

 

Membudayakan Kata-Kata Positif

 

Penting untuk mengingat bahwa Anda pun tidak kebal terhadap emosi negatif. Oleh karena itu, Anda sendiri yang dapat menilai apakah Anda berpotensi menjadi pelaku Mother Shaming berikutnya. Anda dapat melatih diri untuk selalu menyebarkan kata-kata positif dan membangun dengan ibu lainnya. Jika Anda ingin memberikan saran, lakukan dengan maksud yang benar yaitu untuk menolong dan bukan menjatuhkan.

 

Mother Shaming membawa dampak yang amat menghancurkan, tak hanya bagi pelaku maupun korban, namun terlebih lagi bagi anak-anak. Anak-anak yang sedang bertumbuh membutuhkan energi positif untuk diteladani. Dan seorang ibu yang terbiasa meracuni ibu lain akan meracuni anak-anak pula. Jadi, stop Mother Shaming mulai dari sekarang ya!

 

Salam,

KALBE Store

 

Sumber:

https://www.psychologytoday.com/ca/blog/singletons/201710/10-ways-deal-mom-shaming

https://www.scarymommy.com/embracing-my-advanced-maternal-age/

https://gaya.tempo.co/read/747292/ada-perilaku-mom-shaming-pada-kaum-ibu-apakah-itu

Tinggalkan pesan

Cek Ketersediaan Produk

Cek ketersediaan produk di area anda terlebih dahulu sebelum tambah ke keranjang belanja.

CEK KETERSEDIAAN PRODUK

Masukkan Alamat Anda

Lanjut masukkan produk ini ke keranjang belanja anda.