Registrasi
Panduan Berbelanja di KALBE Store

Butuh Bantuan? Hubungi 1500-880

Troli
0
0 Produk di Troli Anda

Tidak ada produk di Troli Belanja

Lihat Promo lainnya

Mengenal Cacar Monyet, Penyakit yang Viral di Singapura

Kesehatan
May 20, 2019

Baru-baru ini, publik tanah air dihebohkan oleh sebuah penyakit baru, yaitu cacar monyet. Penyakit ini mulai ramai ketika ditemukan di Singapura. Sebenarnya, apakah penyakit cacar monyet itu? Apakah mematikan? Bagaimana gejala dan pencegahannya? Yuk kenali penyakit cacar monyet selengkapnya dalam ulasan berikut ini!

 

Kehebohan akan cacar monyet dimulai ketika penyakit tersebut ditemukan pada seorang warga negara Nigeria yang berkunjung ke Singapura. Pria ini dinyatakan positif telah terjangkit virus cacar monyet sejak 8 Mei 2019, yakni sebelum kedatangannya ke Singapura. Untuk mencegah penularan, Kementerian Kesehatan Singapura pun melakukan karantina terhadap pria tersebut.

 

Sebelum terdiagnosa, ia diketahui berinteraksi cukup dekat dengan dua puluh tiga orang. Salah satu dari kedua puluh tiga orang tersebut sayangnya tidak dapat diperiksa karena sudah terlanjur bertolak dari Singapura. Meski belum dipastikan masuk ke Indonesia, pemerintah sudah mulai melakukan antisipasi penyebaran cacar monyet. Seperti melakukan pengukuran suhu badan di beberapa bandara dan pelabuhan, serta melakukan penjagaan ketat petugas kesehatan di perbatasan Batam.

 

Penyebaran

 

Penemuan pertama penyakit cacar monyet ditemukan pada Benua Afrika, terutama Afrika Barat pada tahun 1970. Tidak hanya Nigeria, cacar monyet juga terdapat pada negara Kongo, Pantai Gading, dan Liberia. Bahkan penyakit cacar monyet sempat menjadi wabah pada Negara Nigeria. Temuan penyakit cacar monyet ini tergolong baru bagi orang Asia, Singapura. Sehingga kasus cacar monyet saat ini menjadi perhatian publik termasuk Indonesia.

 

Cacar monyet disebabkan oleh virus monkeypox (MPXV). Virus ini terdapat pada hewan yang terkena infeksi. Biasanya jenis hewan yang terinfeksi adalah tupai, tikus, dan monyet. Penyebaran dapat terjadi ke manusia jika terdapat kontak langsung atau menyantap hewan-hewan tersebut.

 

Selanjutnya, virus ini dapat menular antar manusia bila terjadi kontak langsung. Tidak hanya itu, MPXV juga berupa partikel kecil dalam air liur, sehingga saat penderitanya mengalami batuk atau bersin, virus dapat menular kepada orang-orang disekitarnya. Terutama mereka yang sedang memiliki daya tahan tubuh lemah.

 

Gejala

 

Dari segi gejala, terdapat beberapa kesamaan antara cacar monyet dengan cacar biasa. Di antaranya seperti demam tinggi, nyeri pada otot, sakit kepala, dan muncul ruam-ruam pada permukaan kulit. Tetapi pada cacar monyet terdapat pembesaran kelenjar getah bening. Penderita cacar monyet juga bisa mengalami komplikasi seperti infeksi bakteri pada luka, infeksi paru, gangguan pernafasan, infeksi mata, kebutaan, hingga peradangan pada otak.

 

Periode cacar monyet juga terjadi lebih lama daripada cacar air, yaitu selama 4-20 hari, dan terjadi dalam dua fase. Fase pertama adalah pra-erupsi. Saat itu terjadi kenaikan suhu badan hingga 40 derajat Celcius, keringat dingin, menggigil, sakit kepala hebat, nyeri otot, dan pembesaran kelenjar getah bening. Fase kedua adalah fase erupsi kulit yang terjadi 1-3 hari pasca demam. Pada fase kedua ini pada tubuh penderita akan muncul ruam-ruam kemerahan yang dimulai dari wajah dan menjalar ke seluruh tubuh. Ruam akan berubah menjadi bintik berisi air, bernanah, hingga menjadi koreng yang bisa lepas.

 

Pencegahan dan Penyembuhan

 

Cacar monyet tergolong sebagai penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya atau self limiting disease. Penanganan medis pasien penderita cacar monyet bertujuan untuk membantu menjaga kestabilan tubuh si pasien dan mencegah penularan penyakit. Dokter pun akan membantu menjaga cairan tubuh tetap terjaga, nutrisi seimbang, menurunkan suhu, dan mengurangi rasa nyeri. Selain itu, pasien akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap cairan dari lesi kulit.

 

Anda bisa mencegah penularan dengan tidak menyentuh dan mengonsumsi jenis hewan yang bisa terkena virus monkeypox. Menjaga kebersihan dapat melindungi tubuh Anda dari penyakit cacar monyet, seperti dengan rajin mencuci tangan dan menggunakan masker di tempat umum. Memang untuk saat ini belum ada vaksin khusus virus cacar monyet. Tetapi vaksin terhadap cacar (smallpox) efektif untuk mencegah cacar monyet sebesar 85%.

 

Salam,

KALBE Store

 

Sumber:

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3614412/kenali-gejala-dan-penyebab-cacar-

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3614404/apa-bedanya-cacar-dan-cacar-monyet

https://www.liputan6.com/global/read/3965636/pertama-kali-ditemukan-di-singapura-ini-5-

Tinggalkan pesan

Cek Ketersediaan Produk

Cek ketersediaan produk di area anda terlebih dahulu sebelum tambah ke keranjang belanja.

CEK KETERSEDIAAN PRODUK

Masukkan Alamat Anda

Lanjut masukkan produk ini ke keranjang belanja anda.