Registrasi
Panduan Berbelanja di KALBE Store

Butuh Bantuan? Hubungi 1500-880

Troli
0
0 Produk di Troli Anda

Tidak ada produk di Troli Belanja

Lihat Promo lainnya

Ketauhi Depresi Pascamelahirkan: Postpartum

Keluarga
November 1, 2019

Bagikan :

Melahirkan kerap disebut sebagai fase ketika seseorang dianggap “resmi” menjadi perempuan seutuhnya. Namun pada awal masa menjadi ibu ini bukan berarti mudah lho. Ibu yang baru melahirkan akan mengalami perubahan hormon serta adanya rutinitas yang baru. Sehingga tidak sedikit beberapa perempuan mengalami depresi pascamelahirkan.

 

Sebenarnya depresi pascamelahirkan memiliki tingkatan. Untuk depresi dengan tingkat ringan dikenal sebagai baby blues. Pada kondisi baby blues, ibu akan mengalami perubahan suasana hati yang berlangsung selama 1-2 minggu setelah bayi dilahirkan. Proses ini sebenarnya wajar dialami oleh perempuan yang baru saja melahirkan. Sebab sindrom baby blues didasari atas perubahan hormonal perempuan yang menyebabkan perubahan senyawa kimia di otak. Baby blues rentan dialami oleh perempuan yang menghadapi persalinan pertama, kelahiran bayi kembar, hingga kehamilan yang tidak direncanakan. Normalnya baby blues akan hilang seiring berjalannya waktu, karena seharusnya ibu belajar untuk beradaptasi.

 

 

 

bahaya depresi pascamelahirhkan : postpartum

 

 

 

Seorang ibu yang mengalami baby blues dapat memburuk bila tidak mendapat penanganan yang tepat. Atau dengan kata lain, ibu malah dapat mengalami depresi postpartum. Kondisi ini memakan waktu lebih dari 2 minggu atau bahkan berbulan-bulan. Gejala depresi postpartum sebenarnya mirip dengan baby blues, hanya saja yang membedakan adalah intensitas dan berlangsung lebih lama. Yuk, kenali tanda-tanda depresi postpartum pada ibu pascamelahirkan berikut ini.

 

1. Mengalami perubahan mood dalam waktu singkat

 

Gejala pertama dari depresi postpartum adalah perubahan mood yang cukup sering. Sebentar-sebentar ibu akan merasa kesal yang berlebihan, lalu setelahnya merasa senang. Bahkan perubahan mood ini bisa berlangsung cukup cepat.

 

2. Merasa sedih dan gelisah

 

Pada gejala yang kedua, ibu akan merasa dihantui oleh pikiran sehingga tidak jarang membuat Anda menjadi berhalusinasi. Misalnya saat Anda merasa takut tidak bisa  menjadi ibu yang baik bagi Si Kecil akibat produksi ASI yang sedikit. Sehingga Anda merasa tidak dapat memenuhi kebutuhan buah hati dan terganggu karenanya. Tidak jarang perasaan ini dapat membuat ibu menangis secara tiba-tiba.

 

3. Kurang konsentrasi

 

Depresi postpartum akan membuat ibu menjadi tidak fokus. Gangguan konsentrasi ini akan berdampak pada aktivitas sehari-hari. Contohnya Anda bisa lupa untuk mencuci pakaian anak, atau memberikan ASI kepada Si Kecil.

 

4. Sulit tidur nyenyak

 

Depresi yang dialami akan membuat ibu memikirkan banyak hal. Karena terlalu banyak berpikir inilah, ibu akan kesulitan untuk tidur. Padahal ibu membutuhkan waktu istirahat yang cukup agar dapat mengurus dan menjaga Si Kecil.

 

5. Perasaan negatif pada bayi

 

 

 

depresi postpartum dapat membuat ibu melimpahkan emosi kepada anak

 

 

 

Mungkin ini merupakan dampak yang paling berbahaya dari depresi postpartum. Perasaan yang tidak menentu bisa membuat ibu berpikiran buruk terhadap buah hatinya sendiri. Bahkan dalam kondisi yang memprihatinkan, ibu bisa melimpahkan kekesalannya pada bayi. Sehingga bisa memungkinkan bayi ditelantarkan atau ibu melakukan tindakan kekerasan pada bayi.

 

Ibu yang sudah memiliki gejala depresi postpartum sangat memerlukan bantuan dari dokter atau psikolog. Untuk itu, sangat penting bagi ibu maupun suami untuk mengetahui gejala depresi postpartum. Sebab selain memerlukan bantuan pihak medis, depresi postpartum juga memerlukan dukungan dari suami, dan keluarga terdekat.

 

Selain dukungan moral, memberikan bantuan kepada ibu yang mengalami depresi postpartum bisa melalui nutrisi yang sehat. Salah satunya dengan memberikan Prenagen Lactamom. Prenagen Lactamom dapat membantu untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI melalui vitamin B2, B12, protein dan lemak. Sehingga dapat mengurangi kekhawatiran ibu terhadap produksi ASI.

 

 

 

atasi depresi postpartum ibu karena produksi ASI dengan Prenagen Lactamom

 

 

 

Yuk bersama-sama bantu ibu untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang sehat dengan semua varian susu kehamilan Prenagen yang bisa didapatkan di sini!

 

Salam,

KALBE Store

 

Sumber:

Klikdokter.com

Kumparan.com

 

 

Tinggalkan pesan

Cek Ketersediaan Produk

Cek ketersediaan produk di area anda terlebih dahulu sebelum tambah ke keranjang belanja.

CEK KETERSEDIAAN PRODUK

Pilih Alamat Anda

Lanjut masukkan produk ini ke keranjang belanja anda.