Registrasi
Panduan Berbelanja di KALBE Store

Butuh Bantuan? Hubungi 1500-880

Troli
0
0 Produk di Troli Anda

Tidak ada produk di Troli Belanja

Lihat Promo lainnya

Jadwal Persalinan Terlambat, Perlukah Khawatir?

Keluarga
July 23, 2019

Bagikan :

Sudah waktunya bersalin tapi bayi tidak kunjung lahir? Jangan langsung khawatir! Peristiwa ini kerap terjadi pada beberapa kehamilan, dan dikenal sebagai overdue pregnancy. Nah, bagi Anda calon orang tua, perlu sekali untuk mengetahui mengenai kondisi overdue pregnancy ini untuk dapat meminimalkan risiko yang ditimbulkannya.

 

Pengertian

 

Pada awal mengetahui kehamilan, pada umumnya dokter akan menghitung usia kehamilan, Hari Perkiraan Lahir (HPL), dari Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT). Penghitungan ini biasanya dibantu dengan menggunakan alat USG atau Ultra Sonografi. Menghitung usia kehamilan bermanfaat untuk memeriksa progres kehamilan, pertumbuhan janin, serta due date alias perkiraan waktu persalinan.

 

Sementara itu, overdue pregnancy merupakan kondisi ketika kehamilan melewati waktu normal dan persalinan tidak kunjung terjadi. Waktu bersalin sendiri normalnya akan terjadi dalam 37-42 minggu. Para ibu biasa berkelakar bahwa hal ini terjadi karena jabang bayi masih nyaman tinggal di dalam perut.

 

Apakah Berbahaya?

 

Para dokter kandungan mengatakan bahwa overdue pregnancy biasa terjadi pada ibu yang baru pertama kali hamil. Namun hal ini bisa juga disebabkan karena kesalahan dalam menghitung tanggal taksiran persalinan. Walaupun belum pasti, overdue pregnancy bisa juga terjadi karena faktor riwayat kehamilan serta psikologis ibu.

 

Jika seorang ibu mengalami kehamilan lebih dari 42 minggu, terdapat beberapa risiko yang mungkin terjadi, yaitu:

 

1. Plasenta yang semakin tua lambat laun tidak sanggup menjalankan fungsinya.

Kondisi ini dapat membuat janin di dalam perut berhenti untuk berkembang serta jumlah air ketuban berkurang. Berkurangnya jumlah ketuban dapat menyebabkan jepitan pada tali pusar saat kontraksi rahim. Plasenta yang tidak berfungsi juga akan menyebabkan janin kekurangan oksigen. Tidak hanya itu, tingginya risiko pecah ketuban bisa membuatnya terminum oleh janin dan dapat menyebabkan infeksi bahkan kematian.

 

2. Sebaliknya, plasenta dapat terus berkembang.

Hal ini dapat membuat janin berkembang terlalu besar. Janin yang besar akan menyulitkan proses persalinan sehingga terpaksa dilakukan tindakan caesar. Selain itu, bayi juga bisa mengalami beberapa masalah kesehatan dan aspirasi mekonium (masuknya kotoran janin ke dalam saluran nafas).

 

3. Memengaruhi psikis dan fisik ibu.

Pada umumnya, overdue pregnancy juga dapat membuat ibu lebih merasa lelah, cemas, susah tidur, sakit punggung, pergelangan kaki membengkak, wasir, hingga maag. Ibu juga perlu berhati-hati dengan ancaman komplikasi seperti preeklamsia, yakni tekanan darah tinggi dan protein yang tinggi dalam urin. Kondisi ini dapat membahayakan organ vital ibu seperti ginjal dan hati.

 

Tindakan Dokter

 

Ibu yang mengalami overdue pregnancy perlu lebih rutin mengunjungi dokter kandungan. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi kehamilan tetap baik dengan tolok ukur berupa: pergerakan bayi, keadaan plasenta, tali pusar, dan cairan ketuban. Dokter juga akan meminta Anda untuk menghitung berapa banyak pergerakan bayi dalam sehari.

 

Kebanyakan dokter juga akan menunggu selama 1-2 minggu sebelum mengambil tindakan lanjutan. Kalau belum muncul tanda-tanda persalinan, dokter akan melakukan rangsangan melahirkan dengan menggunakan obat atau metode lainnya. Tujuannya untuk menyebabkan kontraksi rahim dan pembukaan serviks agar bisa dilakukan proses persalinan normal. Sedangkan jika kondisi ibu maupun janin tidak baik, maka akan ditempuh tindakan caesar. 

 

Pencegahan

 

Untuk menghindari overdue pregnancy, ibu harus teratur dalam melakukan pemeriksaan terutama setelah usia kehamilan menginjak 36 minggu. Sebab dokter akan melakukan USG untuk memantau aktivitas dan gerak janin. USG juga membantu untuk mengetahui ukuran tulang bayi serta lingkar perut ibu. Dari hasil USG inilah sudah dapat dihitung usia kehamilan dengan tingkat kesalahan hitung kurang lebih 2 minggu.

 

Untuk memperlancar proses persalinan dan kehamilan, jangan lupa untuk selalu memperhatikan kesehatan ibu dan janin. Beri tambahan nutrisi melalui suplemen Blackmores Pregnancy and Breast Feeding Gold. Mengandung vitamin dan mineral seperti asam folat, kalsium, dan kalium yang dibutuhkan oleh ibu hamil serta anin dalam 1000 hari pertama kehidupannya.  Dapatkan Blackmores Pregnancy and Breast Feeding Gold dengan mudah di KALBE Store sebagai teman di masa kehamilan Anda. Beli di sini!

 

 

Salam,

KALBE Store

 

 

 

 

Sumber:

klikdokter.com

ayahbunda.co.id

Tinggalkan pesan

Cek Ketersediaan Produk

Cek ketersediaan produk di area anda terlebih dahulu sebelum tambah ke keranjang belanja.

CEK KETERSEDIAAN PRODUK

Pilih Alamat Anda

Lanjut masukkan produk ini ke keranjang belanja anda.