Registrasi
Panduan Berbelanja di KALBE Store

Butuh Bantuan? Hubungi 1500-880

Troli
0
0 Barang di Troli Anda

Tidak ada produk di Troli belanja

Lihat Promo lainnya

International Women's Day, Yuk Stop Body Shaming!

Kecantikan
March 7, 2019

Setiap perempuan diciptakan dengan fitur tubuh yang unik satu sama lain. Malangnya, seringkali keunikan tersebut justru menjadi bahan olok-olok. Mungkin Anda pernah, atau malah sering melakukannya tanpa sadar? Yuk kita stop body shaming!

 

 

Mengolok-olok kekurangan atau keunikan fisik seseorang juga dikenal sebagai body shaming. Dalam berelasi dengan orang lain. Anda mungkin sering melakukan maupun menjadi korbannya, entah dalam bercanda atau berbasa-basi. Juga di media sosial, Anda pasti sering melihat selebriti yang menjadi sasaran empuk dari pelaku body shaming alias netizen.

 

Sama Kejamnya dengan Bullying

 

Dilansir dari Study Fit Rated, 92,7 persen dari 1.000 wanita pernah mengalami hal ini lho. Ironisnya, seringkali datang dari sesama wanita, sesimpel mengatakan, “Aduh kamu gemuk ya, diet dong!”

 

Meski tidak memberi dampak buruk secara fisik, body shaming membawa efek yang sangat merugikan bagi mental korban. Bahkan efek yang ditimbulkan sama dengan bullying. Mulai dari mengikis rasa percaya diri, hingga pembunuhan karakter sang korban. Akibatnya, korban tidak dapat bersyukur dan cenderung jijik dengan tubuhnya sendiri.

 

Banyak korban berusaha untuk mengubah image dan penampilannya, misalnya dengan berusaha operasi plastik atau menjadi make up junkie. Namun bisa saja, mereka kerap tetap merasa cemas, takut dikritik, dan menjadi super sensitif. Dan bukan tidak mungkin, bahwa sebagian dari mereka berusaha mencari korban berikutnya untuk ditindas juga. Akhirnya, body shaming menjadi suatu kebiasaan yang mengakar kuat dalam masyarakat.

 

Menunjukkan Ketidakdewasaan

 

Fenomena body shaming di masyarakat menunjukkan adanya cacat karakter atau ketidakdewasaan dari pihak pelaku dalam menerima sesama sebagai ciptaan Tuhan. Setiap orang, khususnya kaum perempuan, seharusnya lebih menyadari keberadaannya sebagai makhluk ciptaan yang unik dan juga tak luput dari kekurangan.

 

Bila Anda merupakan pihak yang seringkali menjadi pelaku body shaming terhadap orang lain, Anda harus menghentikannya segera. Sebab tak hanya berdampak buruk bagi korban, body shaming juga berakibat negatif bagi diri Anda. Melakukan body shaming akan mencerminkan kepribadian Anda yang kecut sehingga tidak disenangi oleh orang-orang sekitar. Anda pun akan terbiasa menjadi pribadi yang senang nyinyir sampai sulit untuk berubah.

 

Begitu bahayanya dampak body shaming, hingga pelakunya dapat dijerat Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Dikutip dari CNN Indonesia, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Adi Deriyan mengatakan korban body shaming bisa melaporkan perbuatan ini ke kepolisian.

 

Pelaku penghinaan di media sosial dapat dijerat dengan pasal 27 ayat 3, pasal 45 ayat 3 UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang kini menjadi UU No 19 Tahun 2016. Ancaman hukumannya tidak main-main, bisa penjara paling lama 4 tahun atau denda paling banyak Rp 750 juta. Menakutkan bukan?

 

Karena itu, marilah mengupayakan relasi yang sehat dengan sesama perempuan tanpa perlu body shaming. Terutama dalam memperingati Hari Perempuan Internasional, yuk saling menguatkan dan menolong satu sama lain sebagai sesama kaum wanita!

 

 

Salam,

KALBE Store

 

 

 

 

Tinggalkan pesan

Cek Ketersediaan Produk

Cek ketersediaan produk di area anda terlebih dahulu sebelum tambah ke keranjang belanja.

CEK KETERSEDIAAN PRODUK

Masukkan Alamat Anda

Lanjut masukkan produk ini ke keranjang belanja anda.