Registrasi
Panduan Berbelanja di KALBE Store

Butuh Bantuan? Hubungi 1500-880

Troli
0
0 Produk di Troli Anda

Tidak ada produk di Troli Belanja

Lihat Promo lainnya

Benarkah Daging Kambing Memicu Kolesterol?

Gaya Hidup
August 13, 2019

Bagikan :

Perayaan Idul Adha belum lama ini usai. Tentunya ada sebagian dari Anda yang ikut berkurban, atau bahkan telah mengantongi daging hewan tersebut untuk diolah di rumah. Namun Anda mungkin berpikir perlu menahan diri untuk tidak menyantap makanan olahan dari daging kurban karena takut kadar kolesterol melonjak. Tapi, benarkah daging-daging hewan kurban ini memberi dampak buruk?

 

Sebelum mencari tahu mengenai hal tersebut, ada baiknya Anda mengetahui soal kolesterol secara terperinci. Kolesterol tidak selalu memberikan efek buruk bagi kesehatan tubuh Anda. Sebab kolesterol dibagi menjadi dua jenis, yaitu kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL). Kolesterol sendiri sebenarnya diproses di dalam tubuh manusia. Makanan tertentu juga memberikan kontribusi terhadap asupan kolesterol.

 

Kolesterol baik membantu Anda untuk membangun sel dalam tubuh agar tetap terjaga kesehatannya. Namun kolesterol jahat akan menyumbat pembuluh darah dan alirannya menuju jantung. Itulah mengapa Anda perlu menghindari tingginya kadar kolesterol jahat yang bisa mengakibatkan penyakit jantung.

 

Daging sapi vs daging kambing

 

Pada umumnya, hewan kurban di Indonesia adalah sapi dan kambing. Sayangnya, daging sapi memberi kontribusi kolesterol tinggi bagi tubuh Anda. Lalu bagaimana dengan daging kambing? Berikut ini informasinya.

 

Dari 85 gram daging sapi dan daging kambing, dilakukan penelitian mengenai kandungan kalori, lemak, dan kolesterolnya. Pada daging sapi didapatkan energi 179 kalori; 7,9 gram lemak; dan 73,1 miligram kolesterol. Sedangkan pada daging kambing didapatkan energi 122 kalori; 2,6 gram lemak; dan 64 miligram kolesterol.

 

 

daging kambing memicu kolesterol

 

 

Dari perbandingan tersebut, dapat dilihat jika daging sapi memiliki kadar kolesterol dan lemak yang lebih banyak dibandingkan dengan daging kambing. Tidak hanya itu, daging kambing juga memiliki gizi yang tinggi, terutama kandungan zat besi yang berperan dalam pembentukan sel darah merah. Bahkan, molekul zat besi pada daging kambing lebih kecil sehingga mudah dicerna di dalam usus.

 

Kesimpulannya, daging kambing bisa menjadi alternatif sumber protein hewani yang lebih sehat dan aman bagi Anda. Tapi perlu diingat, Anda juga perlu memperhatikan teknik pengolahan daging kambing. Hindari mengolah daging kambing menjadi makanan yang dicampur dengan santan atau digoreng. Sebab dengan cara seperti itu justru membuat kadar kolesterolnya berlipata ganda.

 

Cara Mengolah Daging

 

Selain menghindari penggunaan santan dan menggoreng daging, ada hal-hal berikut yang perlu Anda perhatikan saat hendak mengolah daging agar terhindar dari kolesterol:

  1. Pilih bagian tubuh hewan yang memiliki sedikit lemak. Contohnya pada sapi, pilih daging pada bagian pinggang.
  2. Jika ingin menumis atau menggoreng, gunakan minyak zaitun atau minyak kanola karena lebih rendah kandungan lemak jenuhnya.
  3. Jika mendapat daging yang bercampur dengan lemak, buang semua lemak yang terlihat di permukaan daging.
  4. Gunakan sari buah untuk membuat daging yang dibakar atau dipanggang menjadi lunak. Ini juga bisa menambah cita rasa daging lho.
  5. Hindari konsumsi olahan daging berupa nugget atau sosis. Sebab makanan tersebut umumnya mengandung garam yang tinggi sehingga memicu tekanan darah tinggi.
  6. Hidangkan menu daging dengan sayuran dan kacang-kacangan.

 

Nutrive Benecol turunkan kolesterol

 

Nah, itulah salah satu fakta mengenai konsumsi daging kambing beserta cara mengolah yang baik. Agar lebih aman lagi, minum 2 botol Nutrive Benecol sesudah makan setiap hari secara rutin. Minuman susu dengan rasa buah-buahan ini teruji klinis dapat menurunkan kolesterol 7-10% dalam waktu 2-3 minggu dengan konsumsi teratur. Yuk segera dapatkan Nutrive Benecol Anda dengan klik di sini!

 

Salam,

KALBE Store

 

 

 

 

Sumber:

Klikdokter.com

 

Tinggalkan pesan

Cek Ketersediaan Produk

Cek ketersediaan produk di area anda terlebih dahulu sebelum tambah ke keranjang belanja.

CEK KETERSEDIAAN PRODUK

Pilih Alamat Anda

Lanjut masukkan produk ini ke keranjang belanja anda.