Registrasi
Panduan Berbelanja di KALBE Store

Butuh Bantuan? Hubungi 1500-880

Troli
0
0 Produk di Troli Anda

Tidak ada produk di Troli Belanja

Lihat Promo lainnya

Apa Itu Gerd? Penyebab, Gejala, dan Penanganan

Kesehatan
July 9, 2019

Bagikan :

Selain tukak lambung dan maag, ada satu lagi jenis gangguan pencernaan yang dapat mengganggu aktivitas harian Anda, yakni Gastroesophageal Reflux Disease alias GERD. Banyak orang menyangka bahwa GERD sama dengan maag, padahal keduanya berbeda. Malah, GERD lebih berbahaya daripada maag.

 

Penyebab

 

GERD tergolong sebagai gangguan pencernaan kronis yang memengaruhi sfingter esophagus. Sfingter merupakan otot berbentuk cincin yang terletak antara lambung esofagus bagian bawah. Pada pencernaan yang normal, sfingter esofagus bagian bawah akan membuka untuk memungkinkan makanan masuk ke dalam lambung. Setelah itu, sfingter esofagus akan menutup kembali untuk mencegah makanan dan asam lambung kembali naik pada kerongkongan. 

 

Penyakit GERD terjadi ketika sfingter tidak berfungsi dengan baik. Sehingga isi lambung bisa naik kembali pada kerongkongan. Saat terjadi, Anda akan merasakan mual bahkan bisa mengalami muntah. Asam lambung yang naik juga bisa memberi rasa terbakar serta menyebabkan iritasi pada kerongkongan.

 

Gejala 

 

GERD lebih rentan dialami oleh orang-orang yang obesitas, sedang hamil, merokok, dan yang mengonsumsi obat-obatan. Dalam pandangan awam, GERD kerap disamakan dengan penyakit maag. Padahal, tanda-tandanya cukup berbeda. Jika gejala-gejala ini diabaikan dan tidak ditangani dengan serius, GERD dapat memicu komplikasi, misalnya asma. 

 

Berikut adalah tanda-tanda yang dialami oleh penderita GERD:

 

1. Rasa asam di mulut dan regurgitasi

 

Merasa asam pada mulut disebabkan oleh sfingter yang lemah sehingga rasa “asam” dari asam lambung terasa naik ke pipa kerongkongan. Rasa asam ini akan terasa selama berminggu-minggu. Keadaan ini tentu akan sangat mengganggu Anda. Rasa asam di mulut ini relatif umum dialami oleh perempuan yang sedang hamil sebab terdapat banyak tekanan pada perut.

 

Sedangkan regurgitasi adalah naiknya asam ke tenggorokan atau mulut. Regurgitasi akan menimbulkan rasa pahit, sendawa, dan bisa menyebabkan muntah. Regurgitasi dapat terjadi kapan saja, tetapi lebih sering terjadi pada malam hari. Anda tiba-tiba bisa saja terbangun karena merasakan cairan pahit di tenggorokan.

 

2. Heartburn

 

Heartburn merupakan perasaan terbakar atau tidak nyaman di tengah dada bagian bawah. Heartburn biasa terasa setelah mengonsumsi makanan. Heartburn seringkali dikaitkan dengan Jantung. Padahal heartburn merupakan gejala umum dari GERD. Heartburn dapat menjadi semakin tidak nyaman ketika Anda membungkuk atau berbaring terlentang.

 

3. Dyspepsia

 

Gejala GERD yang lain adalah perasaan tidak nyaman pada perut. Seperti merasa mual setelah makan, sakit pada perut bagian atas, bersendawa, dan perut terasa sangat kenyang. Terkadang Anda juga tidak bisa merasakan lapar atau tidak nafsu makan sama sekali akibat perut merasa kenyang.

 

4. Dysphagia

 

Saat Anda merasakan sensasi makanan yang menumpuk di tenggorokan, hal itu disebut Dysphagia. Dysphagia terjadi karena penyempitan esophagus. Saat mengalami ini, Anda tidak bisa menelan. Sehingga asupan kalori dari makanan yang dikonsumsi tidak cukup dan bisa menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

 

5. Batuk parah

 

Walaupun bukan sebagai gejala GERD, tetapi sekitar 25-40% penderita GERD juga mengalami batuk kronis. Tanda-tanda tambahan lainnya seperti nyeri saat menelan, peningkatan air liur, berat badan menurun, iritasi tenggorokan, bau mulut, mulut kering, dan nyeri pada dada.

 

Penanganan

 

Bila terjadi tanda-tanda di atas, Anda perlu melakukan antisipasi sebelum GERD menjadi semakin parah. Cara yang dapat Anda lakukan adalah dengan menjaga berat badan dan menghindari pakaian ketat terutama di sekitar pinggang. Selain itu, hindari makanan dan minuman yang memicu heartburn. Biasakan juga makan dengan porsi kecil, tidak berbaring setelah makan, tinggikan posisi kepala saat tidur, dan jangan merokok.

 

Anda bisa juga mengonsumsi suplemen khusus lambung, seperti H2 Zativa. Suplemen ini tidak hanya dapat membantu mengurangi keluhan GERD, namun juga maag dan tukak lambung. Cukup konsumsi H2 Zativa setiap hari sebelum makan dan lakukan antisipasi di atas untuk hasil yang maksimal. Ingat, untuk mendapatkan pencernaan yang sehat, lakukan juga kebiasaan sehat seperti rajin berolahraga! 

 

Yuk jaga kesehatan lambung dengan suplemen H2 Zativa! Klik di sini untuk mendapatkannya.

 

Salam,

KALBE Store

 

 

 

Sumber:

https://www.klikdokter.com/rubrik/read/2700345/sistem-pencernaan-dan-penyakit-gerd

https://www.klikdokter.com/rubrik/read/2699684/cara-mencegah-naiknya-asam-lambung

https://www.idntimes.com/health/fitness/ribka-eleazar/gejala-yang-menunjukkan-terkena

Tinggalkan pesan

Cek Ketersediaan Produk

Cek ketersediaan produk di area anda terlebih dahulu sebelum tambah ke keranjang belanja.

CEK KETERSEDIAAN PRODUK

Pilih Alamat Anda

Lanjut masukkan produk ini ke keranjang belanja anda.