Registrasi
Panduan Berbelanja di KALBE Store

Butuh Bantuan? Hubungi 1500-880

Troli
0
0 Produk di Troli Anda

Tidak ada produk di Troli Belanja

Lihat Promo lainnya

Anak Menjadi Tukang Bullying, Apa Penyebabnya?

Keluarga
August 23, 2019

Bagikan :

Perundungan atau yang lebih dikenal sebagai bullying kerap kali terjadi dalam kehidupan sosial. Bullying bisa terjadi pada lingkungan sekolah, tempat kerja, lingkungan masyarakat, bahkan di lingkungan keluarga.

Tetapi di tanah air, kasus ini kerap kali terjadi pada anak-anak dan remaja karena diekspos oleh media.

 

Bullying atau penindasan sendiri merupakan tindakan menyakiti atau mengontrol orang lain dengan cara kekerasan, baik secara fisik maupun emosional yang dilakukan secara berulang. Bullying yang dilakukan anak dapat berupa ejekan, pengabaian, tidak mengikutsertakan pihak lawan dalam aktivitas, mengatakan sesuatu yang buruk, memukul, atau mengambil barang kepunyaan orang lain.

Faktor pemicu anak menjadi pelaku bully

 

Orang tua memiliki peran penting dalam tindakan bully di kalangan anak-anak. Maka penting untuk mengidentifikasi perilaku anak agar tidak menjadi pelaku perundungan. Berikut ini merupakan faktor yang dapat menyebabkan Si kecil menjadi tukang bully:

 

1. Melihat perilaku penindasan

 

 

kekerasan di rumah dapat membuat anak menjadi pelaku bullying

 

 

Perilaku bullying bisa merupakan hasil dari menonton konten kekerasan dan penindasan yang muncul pada televisi, internet, atau video game. Apalagi jika intensitas anak melihat tindakan kekerasan relatif sering. Tidak hanya itu, terjadinya kekerasan pada lingkungan sekitar yang dilakukan oleh saudara atau orang tuanya sendiri juga membuat anak mencontoh perilaku tersebut. Sehingga memungkinkan anak menjadi pelaku bully.

 

Tidak jarang juga tindakan bully dilakukan anak untuk sekadar mencari tahu atau bahkan main-main. Contohnya pada penggunaan panggilan julukan kepada anak lain seperti “si gendut”. Awalnya memang anak tidak memiliki maksud jahat terhadap temannya tersebut. Tapi orang tua perlu menjelaskan kepada anak bahwa memanggil dengan nama julukan yang kebablasan berpotensi menjadi perselisihan jangka panjang.

 

2. Kurang mendapat perhatian atau tertindas

 

Anak yang kurang mendapat perhatian dapat menjadi pemicu tindakan bully. Berikut juga jika anak merasa tidak penting dan tidak memiliki suara yang membuatnya berusaha untuk menindas orang lain pada lingkungan yang berbeda. Upaya ini dilakukan untuk mendapatkan kuasa atau perhatian yang diinginkannya.

 

3. Terlalu dimanja

 

Bagi Anda yang terbiasa memanjakan anak, hati-hati. Kebiasaan ini dapat menumbuhkan sikap sewenang-wenang pada anak yang merupakan ciri pelaku bully. Saat anak terbiasa mendapat apa yang diinginkannya, kemungkinan Si Kecil akan merasa berkuasa dan berhak untuk mendapatkan apapun. Termasuk merasa berkuasa akan hal-hal yang diinginkan di luar lingkungan rumah - seperti di sekolah atau tempat bermain - tanpa menghiraukan hak anak-anak yang lain.

 

4. Kurang empati

 

Menurut Pusat Penelitian untuk Promosi Kesehatan, Universitas Bergen, Norwegia, umumnya pelaku bullying merupakan anak yang memiliki sifat impulsif dan mudah marah. Selain itu, adanya kebutuhan yang kuat untuk mendominasi dan menundukkan anak lain supaya membuat semua orang melakukan apa yang diinginkannya. Ketiga sifat ini juga menunjukkan bahwa anak kurang memiliki rasa empati. Sehingga cenderung mendominasi, posesif, dan senang dengan kekuasaan.

 

5. Rasa percaya diri yang rendah

 

Tindakan bully tidak jarang merupakan cara untuk membuat anak merasa lebih percaya diri. Sehingga Si Kecil sengaja untuk melakukan pembuktian diri dengan cara yang tidak sehat. Maka orang tua perlu memberi kesempatan pada anak untuk dapat menunjukkan diri. Contoh sederhananya seperti mempersilakan anak menyampaikan pendapat saat kumpul keluarga.

 

6. Gangguan emosional atau kejiwaan

 

Mengalami kecemasan, depresi, dan kesulitan mengatur emosi serta perilaku, membuat tindakan bully sebagai bahan pelarian bagi anak. Begitu juga dengan gangguan kejiwaan yang dapat mendasari tindakan perundungan. Jika Anda melihat adanya semua gejala tersebut pada anak, perlu untuk melakukan konsultasi dengan psikolog.

 

Pentingnya penanganan dan perhatian

 

Saat ini mayoritas masyarakat lebih peduli terhadap korban bullying. Padahal pelaku juga perlu mendapat perhatian khusus. Terutama pelaku yang masih anak-anak agar tidak mengulang perbuatan negatif tersebut. Cara yang dapat Anda lakukan untuk menangani anak yang melakukan bullying adalah membangun komunikasi, mengajarkan sosialisasi, menetapkan konsekuensi, dan pantau aktivitas anak di media sosial.

 

 

Morinaga Chil School membantu proses belajar anak saat diberi nasihat

 

 

Pastikan juga Anda memberikan susu Morinaga Chil School Platinum untuk membantu proses pemahaman saat anak diberikan nasihat. Sebab Faktor Kecerdasan Multitalenta pada Morinaga Chil School Platinum mengandung Kolin dan Zat besi untuk memperkuat daya ingat di otak serta meningkatkan konsentrasi anak. Yuk dukung pertumbuhan Si Kecil beserta moral yang baik dengan Morinaga. Anda bisa mendapatkan produk Morinaga Chil School dengan mudah di sini!

 

Salam,

KALBE Store

 

 

 

 

Sumber:

Klikdokter.com (1), (2), (3)

 

Tinggalkan pesan

Cek Ketersediaan Produk

Cek ketersediaan produk di area anda terlebih dahulu sebelum tambah ke keranjang belanja.

CEK KETERSEDIAAN PRODUK

Pilih Alamat Anda

Lanjut masukkan produk ini ke keranjang belanja anda.