Start Shopping

ARTICLE

Deteksi Intoleransi Laktosa pada Anak

Intoleransi laktosa atau lactose intolerance adalah sebuah kondisi di mana tubuh tidak dapat menerima atau mencerna laktosa. Hal ini disebabkan karena tubuh tidak dapat memproduksi cukup lactase, enzim yang diperlukan untuk mencerna lactose, yang biasanya terdapat di dalam susu sapi atau produk-produk diary (olahan susu), seperti keju, yoghurt, dan krim. Akibatnya, laktosa yang tidak dapat dicerna akan tertinggal, dan menimbulkan masalah gastrointestinal (masalah pada sistem pencernaan), seperti adanya gas berlebihan di perut atau bahkan diare. Intoleransi laktosa dapat terjadi baik pada orang dewasa, maupun anak-anak. Khusus untuk kasus pada anak, dalam hal ini terutama bayi, kasus intoleransi laktosa terjadi saat anak tidak dapat memproduksi enzim lactase yang cukup untuk mengurai secara keseluruhan laktosa yang ia konsumsi. Seperti apa tanda-tanda anak mengalami intoleransi laktosa?

Anak yang memiliki kecenderungan tidak cocok dengan laktosa akan banyak buang angin, perutnya menjadi kembung, mudah menangis, tidak mengalami peningkatan berat badan, dan pada kasus yang cukup berat, akan mengalami diare. Sebuah studi mengatakan, memang tanda-tanda ini merupakan hal biasa pada bayi yang mengonsumsi ASI eksklusif, dan dapat terjadi selama seminggu pertama bayi lahir sampai dengan usia enam minggu, atau bahkan sampai bayi berumur lima bulan. Setelah itu, sebagian besar tanda-tanda ketidakcocokan laktosa akan hilang dengan sendirinya, seiring pertumbuhan si kecil. Sering kali, penolakan laktosa ini disamakan dengan alergi susu, karena memang memiliki ciri-ciri yang serupa. Namun, yang perlu diperhatikan adalah bahwa, pada kasus intoleransi laktosa, anak kemungkinan tidak akan mengalami muntah. Hal ini hanya terjadi pada anak yang memiliki alergi terhadap susu.

Jika Ibu telah mengetahui bahwa si kecil mengalami intoleransi laktosa, yang pertama kali harus dilakukan adalah, jangan panik. Susu bukanlah satu-satunya sumber makanan anak. Untuk anak dengan ASI ekslusif, pengaturan makanan harus dilakukan dari diri Ibu sendiri. Apa yang dimakan nantinya akan berpengaruh terhadap hasil ASI Ibu. Hindari makanan yang mengandung unsur susu sapi, maupun makanan seperti keju, yoghurt, dan krim. Lalu, untuk si kecil yang telah diberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) dapat mengonsumsi jenis makanan tinggi kalsium lainnya, yang tidak mengandung laktosa, seperti sayuran brokoli, kacang kedelai, ikan salmon, kacang almond, tahu, serta buah-buahan.

Salam,

KALBE e-Store


Share this page

TINGGALKAN KOMENTAR

  Anda harus login menambahkan komentar.  
HomeAbout UsCustomer ServiceFAQDelivery & No Return PolicySitemap
Hanya di KALBE e-Store! FREE ONGKIR, Pesanan diantar 1x24 jam *)syarat & ketentuan berlaku. Untuk informasi promo, hubungi WA KALBE e-Store: 081382342002.